Di sebuah pekarangan rumah tetangga, ada dua pohon yang hidup bersama disana. Pohon dari dua jenis buah yang berteman akrab. Sebut saja Guava-san dan Mango-san. Mereka lahir dari latar belakang yang kontras. Mereka berbeda spesies, genus, famili, ordo, bahkan kualitas diri mereka pun sangat berbeda. Yang sama hanya, mereka sama sama Plantae. Mango-san, secara fisik dia sangat biasa, tidak mencolok, tidak berbatang besar dan tinggi, daunnya juga tidak rimbun, semua biasa. Tetapi Mango-san adalah simbol keparipurnaan buah pekarangan. Dia selalu menghasilkan buah yang sempurna rasa dan bentuknya. Pasokan gizi yang diberikan majikannya selalu dimanfaatkannya untuk menjadi buah yang layak atas kasih sayang berlimpah dari majikannya. Asas kebermanfaatan nenjadi moto hidupnya. Tidak ada keluh kesah dalam hidupnya. Dia meyakini bahwa tindak tanduknya akan ada akibat dan balasannya. Dia telah memilih, menjadi buah yang baik adalah jalan ninjanya. Dia merasa begitulah seharusnya jati diri sebua...