Teman

 “Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”

“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”

Bagaimana kalo kita berteman bukan hanya dalam zona nyaman nyamanan ? Bukan hanya mengiyakan yang penting senang ? Bagaimana kalo kita jadikan pertemanan ini jangka panjang ? Sampai ke surga ? Maka mari berteman dalam zona keimanan. Tegurlah jika salah, ingatkan jika lupa, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Jangan pemaklumam selalu jadi alasan. Apa pertemanan kita hanya sebatas urusan dunia ? Cuma segitu aja ? Sayang sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seporsi Mie Ayam, dan Alasan Sederhana untuk Bertahan

Animal Farm dan Relevansinya dengan Kondisi Saat Ini

Laut Bercerita : Suara yang Tidak Dipulangkan dan Luka yang Tidak Diakui