Seporsi Mie Ayam, dan Alasan Sederhana untuk Bertahan
⚠ SPOILER ALERT ⚠
Buku ini gua beli bukan cuma karena dia nangkring di rak Best Seller. Tetapi jujur karena ada gambar mie ayam nya π
Novel karya Brian Khrisna ini menceritakan tentang bagaimana Ale, si tokoh utama dalam cerita, mengalami depresi akut akibat perundungan dan trauma masa lalu, kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ceritanya bikin gua cukup merasa "ditampar", karena hal-hal itu ternyata banyak terjadi di sekitar kita.
Oke, yang gua highlight dari buku ini :
Mengangkat isu kesehatan mental dengan mudah dipahami.
Tema yang dipilih jelas berat : depresi, rasa gak berharga, perundungan, trauma masa kecil, hingga keinginan untuk bunuh diri. Penulis mengemasnya dengan narasi yang sederhana dan akrab, sehingga pembaca jadi mudah memahami kondisi mental yang mungkin banyak kita jumpai di sekitar. Tanpa menggurui, buku ini justru mengajak kita pelan-pelan untuk lebih berempati dan peka secara sosial.
Menggambarkan pengaruh trauma masa lalu, stigma sosial, dan perundungan.
Harapan bisa hadir dari hal hal yang sederhana
Gara-gara mie ayam, Ale menemukan banyak hal yang selama ini dia lewati. Dari seporsi mie ayam, muncul sudut pandang baru tentang hidup yang sempat dia anggap buntu. Mie ayam disini menjadi simbol bahwa harapan dan kebahagian tidak selalu datang lewat hal-hal besar. Kadang hal yang sederhana justru bisa jadi alasan untuk bertahan.
Pelajaran bisa datang dari siapa saja
Siapa sangka Ale menemukan kembali makna hidupnya melalui orang-orang yang selama ini mungkin diremehkan oleh masyarakat. Lewat kebaikan, pengalaman, dan pandangan hidup orang lain, Ale belajar bersyukur dan perlahan berusaha menerima dirinya sendiri.
Well, itu dia beberapa refleksi pribasi dari buku ini.
Buku ini nggak menyembuhkan depresi, tapi mungkin—seperti seporsi mie ayam buat Ale—ia bisa jadi alasan kecil untuk bertahan satu hari lagi.
Catatan : Meskipun buku ini membicarakan depresi, trauma, dan masalah psikologi lainnya, buku ini adalah fiksi naratif dan bukan acuan diagnosis klinis.

Komentar
Posting Komentar